Knpbtimikanews, Jayapura
– Pertemuan para uskup katolik negara-negara Oseania akan dilaksanakan pada 11
hingga 18 April 2018 di Airways Hotel di Port Moresby, Papua Nugini. Dalam
pertemuan tersebut isu Papua tetap masuk dalam agenda seperti pada tahun-tahun
sebelumnya.
Hal ini ini dikatakan oleh
Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Octovianus Mote,
Keikutsertaan Papua dalam Pertemuan Gereja-Gereja di Port Moresby untuk
membahas kemajuan Papua Kedepan, sama seperti sebelumnya.
Sesuai renacana Diskusi
dalam pertemuan kali ini, akan berpusat pada tema, Care for Our Common Home of
Oecania: A Sea of Possibilites, terangnya saat dikonfirmasi tim knpbnews.
Mote menambahkan bahwa
Federasi Uskup Katolik Oseania atau The Federation of Catholic Bishops
Conference of Oceania (FBCO) yang terdiri dari Papua Nugini, Selandia Baru,
Solomon Islands, Fiji dan 14 negara kecil lainnya di Oseania. Uskup Katolik
dari negara-negara ini, termasuk empat duta besar, empat apostolik nuncios dari
regipn dan empat sekretaris regional dari AS, Eropa, Asia dan Afrika hadir
bersama sekitar 10 tamu internasional.
isu-isu yang akan dibahas
dengan Gereja Katolik di Papua Nugini dan Solomon Islands seperti isu-su
pertambangan dan pengungsi, juga akan dibicarakan
Sedangkan keterkaitan dengan
Papua lebih kepada pembangunan di Papua yang dianggap begitu cepat dan merata.
Pertemuan tahun lalu di
Auckland, fokus perhatian FBCO terhadap
isu Papua sedikit bergeser. Tidak lagi menekankan pada perjuangan memperoleh
hak-hak politik, tetapi lebih kepada
kehidupan dan integritas kultural rakyat Papua. "Kami tidak mempromosikan
pandangan yang berhubunga dengan kemerdekaan," demikian pernyataan mereka
di Auckland.
Oleh karena itu seruan
mereka lebih menggemakan pada peningkatan kualitas pendidikan di Papua,
keadilan dan transparansi di pasar tenaga kerja dan program pelatihan, serta
pembangunan di Papua.
“Tidak ada pembahasan Papua
Merdeka dan pembahasan ini hanya untuk menilai kinerja Pemerintah Indonesia
yang sudah banyak merubah Papua dengan pembangunan yang begitu signifikan,”
Lanjut Mote, keikutsertaan
Papua ini jangan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan
politik, karena pertemuan ini membahas
kemajuan Orang Papua itu sendiri.
“Pertemuan Gereja-Gereja
yang dilaksanakan Port Moresby ini akan membuka mata semua Negara-Negara bahwa
Papua sudah lebih baik, ada Kemajuan serta keseriusan Pemerintah Indonesia untuk membangun Papua,”
Untuk itu selaku Wakil Ketua
ULMWP, meminta dukungan dan doa kepada seluruh rakyat Papua agar pertemuan ini
dapat berjalan sesuai rencana Tuhan, tutup Octovianus Mote.