This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 18 April 2018

Tan Wie Long : Pemerintah Berhasil Dalam Membangun Papua dan Penyelesaian Pelanggaran Ham


Knpbtimikanews, Jayapura - Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Bidang Politik, Pemerintahan, Pertahanan, Keamanan, Hukum dan HAM, Tan Wie Long menyampaikan Apresiasi atas kinerja Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dalam penyelesaian pelanggaran Ham dan Pembangunan Infrastruktur yang ada di Tanah Papua.

Tan Wie Long mengatakan kinerja Presiden sangat baik untuk Tanah Papua dan semua Masyarakat Papua, karena sampai saat ini begitu banyak perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam segala bidang dan infrastruktur.

"Pembangunan begitu cepat dan masyarakat menikmati semua yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk papua, dan diharapkan semua dapat berjalan dengan baik hingga semua yang dinginkan masyarakat dapat terwujud," kata Tan Wie Long

Lanjut Tan, Papua sudah maju dan sekarang kembali kepada semua masyarakat Papua bagaiman caranya untuk bisa menjaga Papua dengan baik dan diharapkan tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan NKRI.

"Yang buat Papua tidak pernah maju hanya kelompok-kelompok TPN-OPM karena selalu membuat kekacauan dan membuat tindakan-tindakan yang selalu tidak sesuai kedengan kedaulatan negara," tegas Tan Wie Long Ketua Komisi I DPR Papua
Share:

Jumat, 06 April 2018

Ketua KNPB Angkat Bicara Soal Pembubaran Deklarasi PPK-NRWP




Knpbtimikanews, Jayapura – Tindakan pembubaran deklarasi PPK-NRWP yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri sudah sesuai dengan prosedur.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Vicktor Yeimo saat dikonfirmasi tentang kejadian tersebut. Dirinya mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu illegal dan harus dibubarkan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri.

Lanjut Vicktor, Kegiatan deklarasi tersebut tidak sesuai dengan Prinsip dan Moral KNPB yang selama ini dijunjung tinggi oleh semua Anggota, dan deklarasi ini juga mencemarkan nama baik seluruh pejuan papua merdeka.

“Kami kelompok KNPB dengan tegas menolak Deklarasi tersebut dan Kami mendukung aparat TNI dan Polri untuk membubarkan serta menahan anggota-anggota dari PPK-NRWP Karen tidak sesuai dengan prinsip KNPB,” kata Victor Yeimo.

Lagi Vicktor menambahkan kelompok PPK-NRWP adalah perusak orang papua dan harus dibubarkan karena perjuangan yang dilakukan tidak sesuai dengan Prinsip dan Moral pejuan Papua Barat.


Share:

Rabu, 04 April 2018

Topianus Janampa : TPN-OPM Selalu Mengancam Masyarakat di Banti


Knpbtimikanews, Jayapura - Lagi dan lagi, TPN-OPM Wilayanh Mimika menyatakan bertanggung jawab atas Pembakaran Sekolah dan Rumah Sakit di desa Banti, Distrik Tembagapura.

Menurut Juru Bicara TPN-OPM Wilayah Timika Samon Sambun mengatakan sekolah yang telah dibangun oleh PT Freeport untuk masyarakat sekitar merupakan askses TNI-Polri untuk melindungi Masyarakat.

Menurut Topianus Janampa Masyarakat Kampung Banti saat ini sedang mengungsi ke Kampung Kimbeli akibat ulah dari TPN-OPM yang sudah membakar rumah-rumah warga yang tinggal di Kampung Banti serta melakukan tindakan yang asusila kepada Ibu-ibu dan anak-anak.

“TPN-OPM selalu mengancam Masyarakat yang ada di Kampung Banti dan juga melarang masyarakat keluar Kampung untuk berbelanja, serta TPN-OPM juga suka menyiksa anak-anak yang tidak mau mengikuti apa yang mereka mau,” kata Topianus Janampa Warga Kampung Banti

Lanjut Topianus, TPN-OPM selalu membuat Masyarakat Banti kesusahan dan kesulitan untuk membeli bahan makanan sehingga banyak anak-anak dan balita yang sakit dan rumah sakit sudah dibakar sehingga masyarakat susah untuk mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

“Sebagian besar masyarakat sudah mengungsi, terutama anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah akibat pembakaran itu dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan yang ada di Kampung Kimbeli,” ujar Topianus Janampa Warga Banti

Peristiwa tersebut melumpuhkan aktifitas belajar mengajar di Banti, perekonomian di Kampung Banti lumpuh total. Apalagi trauma mendalam yang di alami anak-anak ketika melihat sekolah tempat mereka menimba ilmu dibakar oleh TPN-OPM.
Share:

Selasa, 03 April 2018

Apa kah Ham Berpihak Pada Kelompok TPN-OPM


Knpbtimikanews, Jayapura – Kematian yang menimpa salah satu Misionaris Kesehatan di Kab. Pegunungan Bintang menimbulkan banyak Pertanyaan dan Kecemasan terhadap sikap Arogan yang ditunjukan oleh Kelompok TPN-OPM kepada Masyarakat yang ada di Pegunungan Tengah Papua.

Dilihat dari beberapa kejadian yang sering terjadi di Tembagapura sampai dengan Kab. Pegunungan Bintang, hal tersebut terus dilakukan oleh TPN-OPM kepada masyarakat dengan cara melakukan Pembunuhan, Pemerkosaan serta Pemerasan terhadap Masyarakat.

TPN-OPM memang sudah tidak punya rasa kemanusiaan, sehingga selalu memperlakukan Masyarakat dengan kejam, dan terus menindas Masyarakat dengan menggunakan Sejata yang mereka punya sehingga Masyarakat hanya bisa menerima apa yang mereka lakukan.

Dimana HAM itu berada, saat Masyarakat diperkosa, dibunuh dan ditindas oleh TPN-OPM dan dimana HAM saat masyarakat menyuarakan Penindasan tersebut, sampai kapan penindasan serta kekerasan yang dilakukan oleh kelompok TPN-OPM ini berakhir.

Masyarakat Papua berharap agar Komnas Ham bisa mengusut tuntas Pembunuhan yang dilakukan terhadap Misionaris Kesehatan dan Pembakaran Sekolah serta Rumah Sakit yang ada di Tembagapura.
Share:

Jacob Rumbiak : Kelompok TPN-PB Sudah Membuat Kekacauan di Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Aksi Teror dan Penembakan yang dilakukan kepada Masyarakat oleh kelompok TPN-PB Mimika mendapat sorotoan dari Dewan Ham PBB.


Menurut Jubicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Jacob Rumbiak saat dikonfirmasi oleh Tim Knpbtimikanews mengatakan, Kelompok TPN-PB sudah melakukan Hal yang diluar kewajaran dengan melakukan pembunuhan dan pembakaran Sekolah dan Rumah Sakit buat Warga yang ada di Tembagapura.

"Kelompok TPN-PB ini sudah membuat kekacauan dan sekarang mereka dituntut oleh Dewan Ham PBB untuk mempertanggung Jawabkan apa yang mereka lakukan kepada Masyarakat dan Dunia bahwa apa yang mereka lakukan adalah kesalahan besar,"tegas Jacob Rumbiak

Lanjut Jacob, Kalo kelompok TPN-PB mau menuntut kemerdekaan jangan lakukan dengan tindakan kekerasan kepzda Masyarakat, cukup menyampaikan Aspirasi saja kepada Pemerintah.

Lagi Jacob mengatakan, Kelompok ULMWP sudah tidak lagi mendukung aksi yang dilakukan oleh TPN-PB dan sekarang semua yang dimasukan ke PBB ditolak atas tindakan yang dilakukan oleh TPN-PB kepada Masyarakat yang ada di Tembagapura.

"Negara-Negara yang mendukung ULMWP sudah mundur akibat ulah dari TPN-PB yang selalu melakukan aksi kejahatan kepada Masyarakat yang ada di Tembagapura dan daerah lainnya di Papua, jadi yang menghambat upaya kemerdekaan papua barat di PBB adalah TPN-PB bukan ULMWP seperti yang dituding oleh juru bicara sembi sambo bahwa ULMWP tidakmampu memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat di PBB" pungkas Jurubicara ULMWP Jacob Rumbiak
Share:

Senin, 26 Maret 2018

TPN-PB Dalang Gagalnya ULMWP Masuk MSG


Knpbtimikanews, Jayapura – Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda menyesalkan terjadi Pembakaran Gedung Sekolah dan Rumah Sakit yang ada di Kampung Banti dan Kimbeli yang dilakukan Kelompok TPN-PB Wilayah Mimika, pada Sabtu (24/03) lalu.

Menurut Benny bahwa kelompok TPN-PB tersebut sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), karena selalu melakukan penindasan serta tindakan kekerasan kepada Orang Asli Papua (OAP) yang ada di Kampung Banti dan Kimbeli.

Tambah Benny, selain melakukan tindakan kekerasan kepada Orang Asli Papua (OAP), Kelompok TPN-PB juga melakukan pembaran terhadap Gedung Sekolah dan Rumah sakit yang berada di Kampung Banti dan Kimbeli.

“Kelompok TPN-PB sudah melewati batas, semua tindakan yang dilakukan kepada Orang Asli Papua kususnya yang ada di kampung Banti dan Kimbeli sudah melanggar HAM berat, serta kejadian ini membuat Papua tidak akan di Percaya lagi oleh Negara-Negara yang tergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG),” tegas Benny Wenda.

Lanjut Wenda, Akibat kejadian pembakaran dan tindakan kekerasan kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Kelompok TPN-PB di Tembagapura membuat Agenda Papua dalam pertemuan Uskup-uskup Negara Melanesian yang akan di bahas pada tanggal 12–16 April mendatang di Papua New Guinea (PNG).

“Untuk kesekian kali TPN-PB membuat agenda Papua Merdeka tidak masuk dalam pembahasan uskup-uskup Negara Melanesian dan TNP-PB yang selalu menghambat kemajuan Papua dengan tindakan kekerasan yang mereka lakukan kepada Masyarakat Papua,” pungkas Ketua ULMWP Benny Wenda
Share:

Vicktor Yeimo : TPN-PB Selalu Menyusahkan Masyarakat Papua


Knpbtimikanews, Jayapura – Juru Bicara Kelompok TPN-PB Wilayah III Mimika Yason Sambon membernarkan Aksi pembakaran dan pengerusakan Gedung Sekolah serta Rumah Sakit yang ada di Kampung Banti dan Kimbeli pada Minggu (24/03) Tembagapura.

Menurut Yason Sambon kejadian tersebut dikarenakan kekecawaan terhadap ULMWP dan KNPB yang tidak menganggap perjuangan Kelompok TPN-PB yang selama ini berjuang disemua Wilayah yang ada di Pegunungan Tengah Papua untuk Kemerdekaan Papua Barat.

Lainhalnya dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Vicktor Yeimo saat di Konfirmasi mengatakan bahwa, kejadian yang dilakukan oleh Kelompok TPN-PB Mimika itu sudah melanggar Ham.

“Kelompok TPN-PB sudah kelewatan batas karena telah membakar Sekolah dan Rumah Sakit yang kita tau kedua gedung itu di buat untuk Masyarakat yang ada di Kampung Banti dan Kimbeli,” tegas Vicktor.

Lagi Vicktor menambahkan bahwa Kelompok TPN-PB tersebut sudah tidak lagi sejalan dengan KNPB dan ULMWP, dikarena sikap kelompok tersebut Arogan dan selalu membuat Masyarakat Papua rugi dan tertindas.

“Sebagai Ketua KNPB berharap agar Kelompok TPN-PB sadar diri dan jangan selalu menyusahkan semua Masyarakat Papua yang ada di Pegunungan dan Pesisir karena Papua itu satu,” pungkas Ketua KNPB Vicktor Yeimo.
Share:

Support

ad300