This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 20 April 2018

Pengakuan Korban, Selain Menganiaya KKB Merampas Barang dan Melakukan Pemerkosaan


Proses evakuasi telah dilakukan terhadap 18 guru yang menjadi korban kekerasan dari Kelompok Kriminal Bersenjata di Kampung Arwanop Tembagapura, kamis 19/04/2018.

Salah seorang guru (RN) yang merupakan Sekolah Dasar Inpres Arwanop) yang aempat memberikan keterangan mengatakan saat kejadian tersebut ada sekitar 20 orang me membawa senjata api dan alat tajam tradisional memasuki kampung arwanop dan mendatangi kami dan melakukan pemukulan.

"Kami para guru dikumpulkan kemudian dipukul dengan menggunakan popor senjata terhadap beberapa guru, sambil mereka meminta untuk mengeluarkan semua barang-barang milik kami, barang yang kami kumpulkan berupa laptop, handphone, dan bahan makanan dibawa oleh mereka, sebelum mereka pergi, 3 orang dari mereka melakukan pemerkosaan terhadap rekan kami," ungkapnya

Ditempat yang terpisah salah satu guru  (AS) yang menrupakan gru PKL di kampung Jagamin, menuturkan mereka (KKB) juga mendatangi kampung Jagamin, namun mereka berhasil menyembunyikan diri sehingga para guru tersebut selamat dari aksi kekerasan KKB.

"Saat mendengar adanya KKB yang mendatangi kampung Jagamin, kami langsung bersembunyi di salah satu rumah warga, dan kami akhirnya selamat dari ancaman KKB," tuturnya.

Para guru yang telah dievakuasi saat ini ditempatkan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika dan selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap korban.
Share:

Kamis, 19 April 2018

Polda Papua Segera Ungkap Kasus Pemerkosaan Guru Oleh KKB



Knpbtimikanews, Timika - Polda Papua harus segera mengungkap kasus pemerkosaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata yang mana saat ini ke 18 guru  tersebut sudah dievakuasi dari Arwanop ke timika, Kamis 19/04/2018

Hal ini diungkapkan oleh Socrates S. Yoman.

Dirinya mengetahui telah dilakukan evakuasi terhadap guru-guru korban pemerkosaan di Arwanop, Socrates mengungkapkan bahwa Polda Papua harus melakukan pemeriksaan untuk  membuktikan kalau para korban pemerkosaan tersebut pelakunya adalah kelompok kriminal bersenjata, hal ini jangan dibiaskan, katanya.

Lebih lanjut, dengan evakuasi yang sudah dilakukan segera para guru yang menjadi korban pemerkosaan tersebut harus dilakukan pemeriksaan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Polda Papua jangan biarkan kasus ini menjadi bias dengan ditutupi berita evakuasi, karena beberapa waktu lalu telah beredar di media sosial beberapa guru diperkosa dan dianiaya oleh KKB, jadi harus segera diungkap," pintanya.

Kekejaman yang dilakukan oleh KKB harus diungkap, sehingga bila memang terbukti harus dilakukan tindakan hukum terhadap mereka pelaku kejahatan, tuturnya.
Share:

Rabu, 18 April 2018

Tan Wie Long : Pemerintah Berhasil Dalam Membangun Papua dan Penyelesaian Pelanggaran Ham


Knpbtimikanews, Jayapura - Wakil Ketua Komisi I DPR Papua Bidang Politik, Pemerintahan, Pertahanan, Keamanan, Hukum dan HAM, Tan Wie Long menyampaikan Apresiasi atas kinerja Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dalam penyelesaian pelanggaran Ham dan Pembangunan Infrastruktur yang ada di Tanah Papua.

Tan Wie Long mengatakan kinerja Presiden sangat baik untuk Tanah Papua dan semua Masyarakat Papua, karena sampai saat ini begitu banyak perubahan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam segala bidang dan infrastruktur.

"Pembangunan begitu cepat dan masyarakat menikmati semua yang sudah dilakukan oleh pemerintah untuk papua, dan diharapkan semua dapat berjalan dengan baik hingga semua yang dinginkan masyarakat dapat terwujud," kata Tan Wie Long

Lanjut Tan, Papua sudah maju dan sekarang kembali kepada semua masyarakat Papua bagaiman caranya untuk bisa menjaga Papua dengan baik dan diharapkan tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan NKRI.

"Yang buat Papua tidak pernah maju hanya kelompok-kelompok TPN-OPM karena selalu membuat kekacauan dan membuat tindakan-tindakan yang selalu tidak sesuai kedengan kedaulatan negara," tegas Tan Wie Long Ketua Komisi I DPR Papua
Share:

Jumat, 06 April 2018

Ketua KNPB Angkat Bicara Soal Pembubaran Deklarasi PPK-NRWP




Knpbtimikanews, Jayapura – Tindakan pembubaran deklarasi PPK-NRWP yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri sudah sesuai dengan prosedur.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Vicktor Yeimo saat dikonfirmasi tentang kejadian tersebut. Dirinya mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu illegal dan harus dibubarkan oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri.

Lanjut Vicktor, Kegiatan deklarasi tersebut tidak sesuai dengan Prinsip dan Moral KNPB yang selama ini dijunjung tinggi oleh semua Anggota, dan deklarasi ini juga mencemarkan nama baik seluruh pejuan papua merdeka.

“Kami kelompok KNPB dengan tegas menolak Deklarasi tersebut dan Kami mendukung aparat TNI dan Polri untuk membubarkan serta menahan anggota-anggota dari PPK-NRWP Karen tidak sesuai dengan prinsip KNPB,” kata Victor Yeimo.

Lagi Vicktor menambahkan kelompok PPK-NRWP adalah perusak orang papua dan harus dibubarkan karena perjuangan yang dilakukan tidak sesuai dengan Prinsip dan Moral pejuan Papua Barat.


Share:

Rabu, 04 April 2018

Topianus Janampa : TPN-OPM Selalu Mengancam Masyarakat di Banti


Knpbtimikanews, Jayapura - Lagi dan lagi, TPN-OPM Wilayanh Mimika menyatakan bertanggung jawab atas Pembakaran Sekolah dan Rumah Sakit di desa Banti, Distrik Tembagapura.

Menurut Juru Bicara TPN-OPM Wilayah Timika Samon Sambun mengatakan sekolah yang telah dibangun oleh PT Freeport untuk masyarakat sekitar merupakan askses TNI-Polri untuk melindungi Masyarakat.

Menurut Topianus Janampa Masyarakat Kampung Banti saat ini sedang mengungsi ke Kampung Kimbeli akibat ulah dari TPN-OPM yang sudah membakar rumah-rumah warga yang tinggal di Kampung Banti serta melakukan tindakan yang asusila kepada Ibu-ibu dan anak-anak.

“TPN-OPM selalu mengancam Masyarakat yang ada di Kampung Banti dan juga melarang masyarakat keluar Kampung untuk berbelanja, serta TPN-OPM juga suka menyiksa anak-anak yang tidak mau mengikuti apa yang mereka mau,” kata Topianus Janampa Warga Kampung Banti

Lanjut Topianus, TPN-OPM selalu membuat Masyarakat Banti kesusahan dan kesulitan untuk membeli bahan makanan sehingga banyak anak-anak dan balita yang sakit dan rumah sakit sudah dibakar sehingga masyarakat susah untuk mendapatkan perawatan dari tenaga medis.

“Sebagian besar masyarakat sudah mengungsi, terutama anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah akibat pembakaran itu dan mendapatkan perawatan dari tenaga kesehatan yang ada di Kampung Kimbeli,” ujar Topianus Janampa Warga Banti

Peristiwa tersebut melumpuhkan aktifitas belajar mengajar di Banti, perekonomian di Kampung Banti lumpuh total. Apalagi trauma mendalam yang di alami anak-anak ketika melihat sekolah tempat mereka menimba ilmu dibakar oleh TPN-OPM.
Share:

Selasa, 03 April 2018

Apa kah Ham Berpihak Pada Kelompok TPN-OPM


Knpbtimikanews, Jayapura – Kematian yang menimpa salah satu Misionaris Kesehatan di Kab. Pegunungan Bintang menimbulkan banyak Pertanyaan dan Kecemasan terhadap sikap Arogan yang ditunjukan oleh Kelompok TPN-OPM kepada Masyarakat yang ada di Pegunungan Tengah Papua.

Dilihat dari beberapa kejadian yang sering terjadi di Tembagapura sampai dengan Kab. Pegunungan Bintang, hal tersebut terus dilakukan oleh TPN-OPM kepada masyarakat dengan cara melakukan Pembunuhan, Pemerkosaan serta Pemerasan terhadap Masyarakat.

TPN-OPM memang sudah tidak punya rasa kemanusiaan, sehingga selalu memperlakukan Masyarakat dengan kejam, dan terus menindas Masyarakat dengan menggunakan Sejata yang mereka punya sehingga Masyarakat hanya bisa menerima apa yang mereka lakukan.

Dimana HAM itu berada, saat Masyarakat diperkosa, dibunuh dan ditindas oleh TPN-OPM dan dimana HAM saat masyarakat menyuarakan Penindasan tersebut, sampai kapan penindasan serta kekerasan yang dilakukan oleh kelompok TPN-OPM ini berakhir.

Masyarakat Papua berharap agar Komnas Ham bisa mengusut tuntas Pembunuhan yang dilakukan terhadap Misionaris Kesehatan dan Pembakaran Sekolah serta Rumah Sakit yang ada di Tembagapura.
Share:

Jacob Rumbiak : Kelompok TPN-PB Sudah Membuat Kekacauan di Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Aksi Teror dan Penembakan yang dilakukan kepada Masyarakat oleh kelompok TPN-PB Mimika mendapat sorotoan dari Dewan Ham PBB.


Menurut Jubicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Jacob Rumbiak saat dikonfirmasi oleh Tim Knpbtimikanews mengatakan, Kelompok TPN-PB sudah melakukan Hal yang diluar kewajaran dengan melakukan pembunuhan dan pembakaran Sekolah dan Rumah Sakit buat Warga yang ada di Tembagapura.

"Kelompok TPN-PB ini sudah membuat kekacauan dan sekarang mereka dituntut oleh Dewan Ham PBB untuk mempertanggung Jawabkan apa yang mereka lakukan kepada Masyarakat dan Dunia bahwa apa yang mereka lakukan adalah kesalahan besar,"tegas Jacob Rumbiak

Lanjut Jacob, Kalo kelompok TPN-PB mau menuntut kemerdekaan jangan lakukan dengan tindakan kekerasan kepzda Masyarakat, cukup menyampaikan Aspirasi saja kepada Pemerintah.

Lagi Jacob mengatakan, Kelompok ULMWP sudah tidak lagi mendukung aksi yang dilakukan oleh TPN-PB dan sekarang semua yang dimasukan ke PBB ditolak atas tindakan yang dilakukan oleh TPN-PB kepada Masyarakat yang ada di Tembagapura.

"Negara-Negara yang mendukung ULMWP sudah mundur akibat ulah dari TPN-PB yang selalu melakukan aksi kejahatan kepada Masyarakat yang ada di Tembagapura dan daerah lainnya di Papua, jadi yang menghambat upaya kemerdekaan papua barat di PBB adalah TPN-PB bukan ULMWP seperti yang dituding oleh juru bicara sembi sambo bahwa ULMWP tidakmampu memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat di PBB" pungkas Jurubicara ULMWP Jacob Rumbiak
Share:

Support

ad300