This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 03 September 2018
Etinus Murib, Rusunawa Uncen Untuk Mahasiswa Bukan Kelompok Separatis
Minggu, 02 September 2018
Tujuan Dibalik Dukungan Negera-Negara Kepulauan Pasifik Untuk West Papua
Sabtu, 01 September 2018
Warpo Wetipo, Masyarakat Papua dan KNPB Tolak Aksi Demo ULMWP di Jayapura
Jhon Tokoro, GARDA-P Membohongi Masyarakat Papua
Knpbtimikanews, Jayapura - Edaran yang disebarkan oleh Gerakan Rakyat Demokratik - Papua (GARDA-P) terkait Aksi Demo yang akan dilakukan oleh pada tanggal 03 September 2018 itu langsung ditanggapi oleh Pengamat Pembangunan Papua Jhon Tokoro, Sabtu (01/09/2018).
Selasa, 17 Juli 2018
Komnas HAM Jangan Diam, Harus Usut Kasus Pembunuhan 3 Warga Sipil di Nduga
Ketua Jaringan Advokasi Penegakan Hukum dan HAM Pegunungan Tengah didesak untuk mengusut kasus pembantaian terhadap 3 warga di Nduga beberapa waktu lalu, sampai sekarang tidak seorangpun atau lembaga bantuanhukum yang menindak lanjuti kasus ini.
Kepada media Theo Hesegem selakuk Ketua Jaringan Advokasi Penegakan Hukum dan Ham Pegunungan Tengah mengungkapkan agar Komnas HAM untuk mengusut pelaku kejahatan terhadap 3 warga sipil termasuk salah seorang anak kecil yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjatadi Nduga.
“Dengan segala keprihatinan, sampai saat ini Komnas HAM belum mengambil langkah-langkah terhadap pembantaian yang dilakukan oleh KKB,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Ia juga meminta kepada seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat maupun para elit politik untuk memberikan ruang kepada TNI-Polri untuk melakukan penegakan hukum terhadap KKB atapun TPN-OPM.
“Kita harus dukung tindakan yang dilakukan oleh TNI-Polri di Nduga untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan, para pelaku ini harus ditangkap untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Dirinya juga melihat perkembangan di media, banyak sekali yang berbicara tentang Nduga, yang isinya provokasi serta menghasut, dirinya sangat menyayangkan hal ini karena semua informasi yang ditayangkan tidak sesuai dengan fakta.
Di Nduga, tidak benar bank papua ditutup dan tidak benar 90% SKPD tak ada ditempat, DPRD kab. Nduga mati suri, Warga sedang mengungsi kemana2 dan kondisi warga di kenyam sedang kelaparan, itu semua berita bohong.
“Informasi yang saya terima, bahwa bupati kepala distrik dan warga disana semua menyampaikan bahwa keadaan di kenyam aman. bahkan bupati menyampaikan mengutuk pembantaian masyarakat tidak bedosa yang dilakukan oleh KKB,” terangnya.
Dirinya meminta kepada seluruh elemen masyarakat, elit politik jangan membuat statemen kalau tidak mengetahui situasi yang sebenarnya di Nduga, datang ke Nduga dan lihat keadaan sebenarnya, aktifitas berjalan normal seperti biasa, tutupnya.


















