This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 26 September 2018

Ketika Seorang Gembala Mengakui Sejarah Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Pertemuan dan Foto bersama Ketua Gerakan Cinta NKRI Hendrik Yance Udam (HYU) dan Pdt. Dr. Socratez Sofyan Yoman membuktikan bahwa Rasa Cinta Tanah Papua dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (KNRI) sangat besar, Rabu (26 September 2018).

Dalam Foto yang didapat oleh kontributor Knpbtimikanews yang tersebar di facebook, terlihat keakraban serta kedekatan emosional yang nampak dari seorang Gembal Dr. Socratez sofyan Yoman bersama HYU Ketua Gerakan Cinta NKRI yang nampak dalam Foto tersebut.

Dengan adanya foto  ini banyak pihak yang memberikan dukungan kepada Dr. Socratez Yoman bersama Gerakan Cinta NKRI untuk menjaga Keamanan dan Kedamaian di Tanah Papua, dan memberikan pendidikan yang baik kepada putra/putri Papua agar kelak bisa menjadi pemimpin di Tanah Papua yang kita banggakan.

Senyum yang ditunjukan oleh Socratez Sofyan Yoman mengandung arti bahwa seorang gembala yang mempercayai sejarah gereja juga pasti akan percaya bahwa sebenarnya sejarah mencatat bahwa Papua adalam bagian dari Pangkuan Ibu Pertiwi.

Jhon Tokoro dalam komentar facebooknya mengatakan bahwa Foto yang lagi Viral ini memperlihatkan kedekatan emosianal yang ditunjukan oleh Gembala Socratez, semoga bapak Gembala Socratez konsisten dengan senyumannya dan tidak ada kebencian dan ajaran mengajak sesama manusia untuk saling mengutuk lagi.


  • Lebih lanjut kata Jhon yang aktif memberikan pesan kedamaian di Facebook  bahwa "Senyum Melambangkan Kedamaian" semoga kedamaian selalu menyertai bapak Gembala Socratez Sofyan Yoman.
Share:

Polisi: Hanya NTT dan Papua yang Tidak Terkontaminasi ISIS


Jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) asal Suriah dikabarkan telah tersebar luas di Indonesia. Tapi, kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Dicky Sondani, dari semua wilayah di Indonesia, hanya dua wilayah yang tidak terkontaminasi jaringan ISIS. "Ada dua wilayah, yaitu wilayah NTT dan Papua. Kalau Sulsel tentu ada," kata Dicky, ditemui di salah satu Warkop di Jalan Urip Sumoharjo, Sulsel, Rabu (16/5/2018). Karena berdasarkan diidentifikasi, kata Dicky, pejuang ISIS asal Indonesia yang berjuang di Suriah, telah kembali ke Indonesia dan menyebar luas hampir di seluruh wilayah. Kuat dugaan, jaringan yang pernah bermukim di Suriah mulai melakukan teror di dua wilayah, yaitu Surabaya dan Riau. Tapi, kata Dicky, jaringan-jaringan teror dari Suriah yang bermukim di Indonesia ini hanya jaringan yang diketahui masih aktif dan diduga terus melakukan teror. Dicky mengungkapkan, sasaran para terduga jaringan ISIS Suriah adalah anggota kepolisian dan markas-markas kepolisian. "Kita lihat sel di Surabaya kini sudah bangkit, di Riau juga sudah bangkit. Tapi kami meminta masyarakat agar selalu tenang," ujar Kombes Dicky Sondani. Untuk itu, Polda Sulsel telah mengeluarkan status waspada ke seluruh jajarannya, juga kepada masyarakat untuk selalu tenang dan tidak terprovokasi. "Mereka ini sudah siap untuk mati, seperti meledakkan diri mereka di kantor-kantor polisi. Jadi kita tentu tembak langsung," cetus Dicky. Oleh karena itu, antisipasi yang sedang dilakukan Polda Sulsel melalui instruksi Mabes Polri, agar langsung menindak tegas teroris dengan tembak di tempaT. "Sesuai instruksi, pokoknya kalau ada aksi teroris yang sudah kita ketahui itu langsung kita tembak di tempat, tidak ada lagi alasan apa pun itu," tegasnya. Menurut Kombes Dicky, teroris sudah siap mati. Maka dari itu, tindakan tegas kepolisian adalah menembak di tempat
Share:

Informasi ISIS di Medsos Adalah Hoax


Beredarnya informasi di Media Sosial khususnya melalui pesan Whatsup tentang sekelompok ISIS yang kedapatan di Masjid At Taubah, Perumahan Pemda I Entrop, Distrik Jayapura Selatan, membuat kekhawatiran di masyarakat Kota Jayapura ternyata “Hoax” alias informasi tidak benar.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kota Jayapura agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Hanya terjadi salah paham antara Jamaah Yayasan Mutiara Ilmu Sunnah dengan Ketua Pengurus Masjid At Taubah terkait dengan pelaksanaan buka puasa bersama,” jelas Kabid Humas.
Ia juga menjelaskan, berawal ketika salah seorang pengurus Masjid At Taubah datang ke Masjid hendak membersihan Masjid untuk persiapan buka puasa, namun setelah sampai di Masjid persiapan buka puasa sudah di gelar oleh Jamaah Yayasan Mutiara Ilmu Sunnah tanpa sepengetahuan dari Ketua pengurus Masjid At Taubah H. Rahman.
Kemudian setelah buka puasa bersama, Jamaah Yayasan Mutiara Ilmu Sunnah melaksanakan Sholat Magrib bersama sama dengan Jamaah Masjid At Taubah.
Selanjutnya, setelah shalat magrib berjamaah ketua pengurus Masjid At Taubah menyampaikan kepada salah seorang jamaah Yayasan Mutiara Ilmu Sunnah untuk membersihkan tempat yang telah dipakai acara buka puasa bersama.
“Pada saat itu, tiba-tiba Ketua pengurus Masjid At Taubah mengumumkan dengan menggunakan pengeras suara dengan mengatakan “tolong warga turun ke masjid untuk mengusir orang orang ini” sehingga warga mendatangi masjid At Taubah dan ribut dengan jamaah Yayasan Mutiara Ilmu Sunnah,” katanya.
Mendapat informasi tersebut, personil Polsek Jayapura Selatan yang dipimpin Kapolsek Kompol. Nursalam Saka, S.Pd mendatangi TKP dan memberi pemahaman kepada warga agar tetap tenang, karena permasalahan tersebut sudah ditangani oleh kepolisian.
Oleh karena itu, Kabid Humas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga terciptanya situasi kamtibmas di Kota Jayapura yang aman dan damai.
Share:

Sabtu, 22 September 2018

Masyarakat Kampung Wanam, Yudas Gebze Meninggal Akibat Hukum Alam



Knpbtimikanews, Jayapura - Pemakaman Alm. Yudas Gebze di Kampung Wanam Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke banyak diwarnai dengan penolakan Masyarakat Kampung yang menganggap bahwa Alm. Yudas Gebze bukan orang baik dikampung tersebut, Sabtu (22/09/2018).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kampung Wanam Nelson Yustus Gebze bahwa, pada tanggal (13/09/2018) Alm. Yudas Gebze meminta ijin untuk menikam ketua LMA karena di tegur atas perbuatannya yang selalu mabuk dan mengganggu orang lain di kampung  Wanam dan  kampung Wogekel juga sering melakukan pencurian.

"Alm. Yudas Gebze selalu membuat masalah di Kampung sehingga Masyarakat tidak ada yang suka dengan Alm. Yudas Gebze sehingga hari ini semua Masyarakat yang ada di Kampung Wanam menolak untuk Alm. Yudas Gebze di makamkan di Kampung,"kata Nelson Gebze.

Lanjutnya, selama di Kampung Alm. Yudas Gebze tidak pernah melakukan hal yang baik kepada setiap Masyarakat yang ada di Kampung, dan Alm. Yudas Gebze selalu menggunakan kekuatan Alam untuk melakukan tindakan kejahatan kepada semua orang yang ada di Kampung.

"Kejahatan yang dilakukan oleh Alm. Yudas Gebze selalu menggunakan kekuatan Alam yang dia miliki sehingga selalu membuat Masyarakat takut dan juga Alm. Yudas Gebze selalu melakukan pencurian serta tindakan-tindakan yang melanggar hukum seperti pemukulan dan juga pembunuhan,"tutur Kepala Kampung.

Lagi Kepala Kampung mengatakan bahwa sekarang Masyatakat Kampung bersyukur atas meninggalkan Alm. Yudas Gebze, dan semua Masyarakat bersyukur atas apa yang terjadi sehingga saat ini masyarakat kampung wanam merasa aman dan tenang tanpa gangguan dari orang seperti Alm. Yudas Gebze.
Share:

Tolak Aksi Demo, Mahasiswa UNCEN Minta ULMWP Stop Buat Masalah di Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Rencana aksi dari komite aksi United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) mendapat sorotan dari penghuni asrama Rusunawa Universitas Cenderawasih Jayapura.

“Kami merasa dirugikan karena aksi komite aksi ULMWP mengakibatkan  penyisiran  di asrama Rusunawa dari unit 1-6, dan tidak ada pihak yang bertanggung jawab ” kata ketua asrama Rusunawa uncen, Agustinus Mosip, Sabtu (22/9/2018) di Jayapura.

Menurutnya, berdasarkan selebaran yang beredar, aksi yang akan digelar oleh ULMWP bertempat di seberang Kali Kalmowker, bersebelahan dengan asrama Rusunawa.

“Maka aparat pasti akan ke asrama Rusunawa untuk lakukan  penyisiran. Kami minta komite aksi ULMWP tidak buang tanggung jawab,” katanya.

Dia menjelaskan beberapa waktu lalu pihak TNI/Polri menyita motor dan laptop. Tetapi sampai hari, apa yang disita belum dikembalikan kepada pemiliknya. Pihaknya tidak mau hal serupa terulang lagi.

“Untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu hak setiap warga negara dan sudah di atur dalam UU. Terkait aksi ULMWP pada 24-28 september 2018, kami minta dengan hormat untuk cari tempat lain “ kata Mosip

Sebelumnya, tiga kali aksi damai yang dikoordinir oleh komite aksi ULMWP digagalkan oleh pihak aparat kepolisian.

Copy Right : Tabloidjubi.com
Share:

Jumat, 21 September 2018

Jacob Rumbiak, ULMWP Tidak Pernah Membagikan Selebaran di Tanah Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Terkait selebaran yang dibagikan kepada Masyarakat Papua untuk mendukung Vanuatu dalam sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bansa (PBB) pada tanggal 24 - 28 September adalah tidak benar, Jumat (21/09/2018).

Melalui Juru Bicara United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Jacob Rumbiak menyatakan bahwa selebaran yang dibagikan kepada Masyarakat Papua adalah pembohongan publik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin membuat kekacauan di Papua.

"Beredar selebaran yang mengatasnamakan ULMWP berisi permintaan dukungan kepada rakyat papua untuk memberikan dukungan kepada Vanuatu dan Negara Pasifik untuk membawah persoalan West Papua ke sidang umum PBB, selebaran tersebut adalah hoax dan merupakan buatan BIN dari Indonesia, kami tidak perah mengeluarkan selebaran tersebut,"kata Jacob Rumbiak

Jacob juga menambahkan bahwa sampai dengan saat ini Ketua ULMWP Benny Wenda dan semua Anggota masih berada di Papua New Guinea (PNG) dalam rangka menghadiri acara Hari Kemerdekaan PNG Ke - 43, seingga ULMWP tidak bertanggung jawab atas selebaran yang dibagikan kepada Masyarakat Papua.

Ia juga menambahkan bahwa, banyak kelompok-kelompok yang ingin menyudutkan ULMWP sehingga kelompok tersebut membuat selebaran yang hanya ingin membohongi semua Masyarakat Papua.

"Sekali lagi, sebagai Juru Bicara ULMWP saya menegaskan bahwa apa yang disebarkan itu tidak benar, karena selebaran tersebut hanya ingin membuat Masyarakat Papua terjabak dalam suatu tindakan yang melanggar hukum," tegas Jacob Rumbiak.

Untuk itu sebagai Juru Bicara ULMWP, saya menghimbau kepada semua Masyarakat Papua agar tidak ikut dalam Aksi demo yang akan dilaksanakan tersebut, karena Demo tersebut hanya ingin membuat Masyarakat Papua terjebak dalam masalah.
Share:

Soal Pembunuhan 27 Ekor Babi di Lanny Jaya, Ini Kata Anggota DPRD


Knpbtimikanews, Jayapura - Anggota DPRD Kabupaten Lanny Jaya Dopen Wakerkwa meluruskan berita terkait pembunuhan sebanyak 27 ekor Babi yang terjadi di Kab. Lanny Jaya, yang mana berita tersebut tidak benar, hal ini dijelaskan saat pertemuan antara Pemda dan aparat kampung di Ilungme distrik Pirime, Kamis (20/09/2018).
Share:

Support

ad300