This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 November 2018

Etinus Murib, Pemerintah Daerah Jangan Ikuti Kemauan Sendiri


Knpbtimikanews, Jayapura – Penolakan Pemerintah Daerah Papua terkait undangan Kemenkumham Republik Indonesia tentang pembahasan pelanggaran Ham di Papua membuat banyak pertanyaan dari Masyarakat terkait penolakan tersebut, Rabu (07/11/2018).

Menurut Pemerhati Ham Papua Dr. Etinus Murib, SH. MH, langkah yang diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia sudah sangatlah bagus dan bijak sana, agar semua permasalahan yang terjadi di Tanah Papua cepat terselesaikan.

“Langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Pusat sudah sangat bijak dan benar, agar semua Permasalahan Ham di Papua terselesaikan dan tidak ada citra buruk untuk Tanah Papua dan Orang Asli Papua (OAP),’tutur Etinus.

Ia juga menambahkan bahwa, Pemerintah Daerah Papua juga harus bisa menyikapi dan menanggapi hal tersebut agar semua permasalahan yang selama ini terjadi di Tanah Papua cepat terselesaikan.

Lagi Emus mengatakan bahwa, Jangan Pemerintah Daerah hanya mau ikut ego atau kemauan sendiri dan membiarkan Masyarakat Papua yang menjadi sulit dalam menyikapi semua keputusan yang diambil oleh Pemerintah Pusat.

“Kalau Pemerintah Derah mau ikut ego dan kemauan sendiri ya, yang pasti Masyarakat yang akan menjadi susah dan sulit untuk meminta semua kejelasan tentang apa yang sudah terjadi di Tanah Papua terkait Permasalahan Ham di Papua,”tandas Dr. Etinus Murib, SH. MH.
Share:

Ramses Ohee, Papua Punyak Banyak Pahlawan Muda Yang Berprestasi



Knpbtimikanews, Jayapura – Jelang Hari Pahlawan 10 Nevember 2018, Papua mempunyai banyak Pahlawan muda yang mampu memberikan Nilai Positif kepada semua Generasi Muda serta mampu memberikan semua kemampuan dalam membangun Papua dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Rabu (07/11/2018).

Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia Ramses Ohee, yang mengungkapkan bahwa banyak Putra dan Putri Papua yang mampu memberikan semua pengorbanan dan untuk mengankat Harkat dan Martabat Orang Papua.

Lanjutnya, dengan memperingati hari Pahlawan, sebagai Pejuang serta Anak Asli Papua mengapresiasi dan memberikan gelar Pahlawan kepada semua anak-anak Papua, yang sampai hari ini bisa menjujung tinggi Nilai Pancasila dan juga Harga Diri Orang Asli Papua (OAP).

“Gelar Pahlawan Muda Papua ini, sebagai wujud Terima Kasih kepada semua anak-anak Papua yang mampu membangun Papua yang semakin Maju dan selalu menjaga Persaudaraan antara semua Element di Tanah Papua,”tutur Ohee.

Ia juga menambahkan, seperti Ketua Gerakan Cinta NKRI Hendrik Yance Udam yang mampu menjadi contoh bagi semua Masyarakat Indonesia bahwa menjaga Keutuhan Bangsa merupakan hal yang harus di jaga bersama agar Negara Indonesia tetap jadi yang tersholit dalam semua bidang.

Lagi Ohee mengungkapkan, Papua punya banyak Pahlawan Muda selain Hendrik Yance Udam, yang mampu memberikan Contoh bagi semua orang Indonesia seperti, Albert Ali Kabiay, Boaz Salosa, dan masih banyak lagi Putra dan Putri Papua yang mampu mengharumkan Papua serta mengankat Martabat Orang Papua.

“Saya berterima kasih kepada semua Generasi Muda Papua, yang mana sudah memberikan Hal yang Positif serta bisa menjadi contoh bagi semua Rakyat Indonesia, agar kedepan Indonesia lebih baik dan selalu menjaga Nilai Pancasila sebagai simbol Negara,”pungkas Pejuang Papua Ramses Ohee.
Share:

Senin, 05 November 2018

Emus Gwijangge Diharapkan Kooperatif atas Pemanggilan Penyidik Polda Papua


Knpbtimikanews, Jayapura – Surat Pemanggilan dari Kepolisian Derah Papua (Polda Papua) yang dilayangkan kepada Anggota DPRP Papua Emus Gwijangge, belum dipenuhi oleh Emus Gwijangge, surat pemanggilan tersebut berkaitan dengan pernyataan Emus Gwijangge yang membantah adanya pemerkosaan di Mapenduma.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua (Kabid Humas ) Kombes Pol Drs. A. M. Kamal, SH yang menjelaskan bahwa pemanggilan terhadap Emus Gwijangge ini adalah yang kedua kalinya, sebelumnya padapemanggilan pertama Emus harus memenuhi panggilan penyidik pada hari Jumat (02/11/2018).

"Sdr. Emus Gwijangge tidak perlu takut dan harus kooperatif dengan adanya pemanggilan dari pihak Kepolisian, saudara Emus harus menjelaskan karena atas pernyataannya telah membuat kegaduhan bagi public, dia kan seorang pejabat publik," kata Kabid Humas.

Kabid Humas juga menambahkan bahwa, sebagai pejabat public Emus Gwijangge merupakan putra terbaik papua sehingga mampu memberikan keterangan kepada pihak peyidik.

“Sebagai salah satu putra terbaik Papua, saya yakin sebagai orang yang berpendidikan Emus akan memenuhi pemanggilan peyidik Polda Papua, besok pada hari selasa,” ungkapnya.

Kepada masyarakat, Kabid Humas menghimbau untuk tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang kontra yang tidak sesuai dengan faktanya, terutama bagi pejabat public, tuturnya.

Dari pantauan media, para netizen banyak yang meberikan saran kepada Emus Gwijangge untuk memenuhi pemanggilan pihak kepolisian, sehingga tidak memperkeruh publik.
Share:

Jumat, 02 November 2018

Albert Kabiay,Pemerintah Harus Mendukung Penegakan Hukum Terhadap KKSB


Knpbtimikanews, Jayapura - Aksi penyanderaan dan tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Kelompok TPN-OPM wilayah Nduga membuat semua masyarakat geram dan mengutuk aksi keji serta meminta agar aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri segera mengejar dan menangkap kelompok tersebut, Jumat (02/11/2018).

Menurut Ketua DPD Gercin NKRI Papua, Albert Ali Kabiay, kelompok TPN-OPM adalah biang dari semua permasalahan di Papua, dan dengan apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut kepada para tenaga medis di Kabupaten Nduga membuat semua citra buruk untuk Papua khususnya Generasi Muda Papua saat ini.

Lanjutnya, Pemerintah dalam hal ini harus berperan aktif dalam menangani malasah atau perbuatan yang dilakukan oleh kelompok TPN-OPM, agar kelompok tersebut tidak berbuat semena-mena kepada masyarakat atau para pegawai yang bekerja di Kabuten Nduga.

"Pemerintah, DPRD, dan juga DPRP harus segera mengambil langkah terhadap kelompok tersebut, dan jangan membiarkan kelompok tersebut membuat kegaduhan serta membuat citra buruk untuk generasi muda Papua saat ini," kata Albert Ali Kabiay

Ia juga menambahkan bahwa, saat ini masyarakat akan menghadapi masa Demokrasi untuk Pemilihan Pileg maupun Pilpres 2019, diharapkan agar para Calon yang maju pada Pemilihan Legislatif jangan mencari suara dengan membela kelompok tersebut tetapi harus dilawan untuk membuat Papua maju dan sejahtera.

"Diharapkan semua Satkeholder dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi kepada para tenaga medis di Nduga, agar hal serupa tidak terjadi lagi di Kabupaten lain yang ada di Tanah Papua," imbuhnya.
Share:

Lagi, Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Tembak Warga Tak Berdosa di Lanny Jaya


Knpbtimikanews, Jayapura – Belum hilang dari ingatan kita bagaimana beberapa Tenaga medis dan Guru menjadi korban kebiadaban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mapenduma beberapa minggu lalu, kini Nasib naas juga menimpa seorang pria “Y” (42) yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek di kampung Popome, distrik Mokoni, Kab. Lanny Jaya – Papua, Jumat (02/11).

“Y” ditemukan sudah tidak bernyawa oleh seorang warga “NA” (39) di dekat sebuah gereja yang berada kampung Popome, distrik Mokoni, Kab. Lanny Jaya.

“NA” yang saat itu  sedang berjalan disekitar gereja tersebut sekitar pukul. 13.00 wit, melihat ada seorang Pria yang sudah tergeletaK di tanah, “NA” lalu mencoba mengecek keadaan pria tersebut yang ternyata sudah tidak bernyawa dengan sebuah luka tembak dibagian kepala.

Melihat hal itu, NA langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polres Lanny Jaya yang juga langsung mengambil langkah – langkah untuk mendatangi TKP dan juga membawa korban ke RSUD Lanny Jaya serta melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan yang di sinyalir dilakukan oleh pihak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di daerah Lanny Jaya.

Kejadian seperti ini bukan hanya kali ini  saja terjadi dan menimpa warga masyarakat yang berprofesi sebagai Tukang ojek, namun sudah sering terjadi terutama di daerah Lanny Jaya dan Puncak Jaya, penindakan hukum yang tegas dari aparat keamanan sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan di atas tanah Papua.
Share:

Senin, 01 Oktober 2018

AKU SUDAH BEBAS DAN HIDUP MERDEKA



Herman Taime,,,

menciptakan dan menganggap adanya macam-macam pihak dan kubuh itu yang keliru.

Perjalanan sejarah panjang sudah mengantarkan kami ke tahapan hidup hari ini bahwa kami adalah Indonesia.

Tidak lagi hal itu merupakan topik perdebatan lagi. Yah, saya selaku Ondofolo (pimpinan adat tertinggi) di daerah Sentani belum pernah berdiri diatas mimbar gereja, tapi saya percaya ini adalah perbuatan Tuhan. Kalau bukan Tuhan, siapa lagi ? Sehingga saya sekaraang bekerja keras ikut mencarikan bagaimana bangsa Papua bisa hidup lebih baik di dalam suatu existence yang Tuhan ciptakan bagi kami.

Saya tiba di posisi ini setelah satu proses panjang. Dalam keluarga saya merupakan generasi ke empat menentang Papua harus masuk dalam gabungan bangsa dan negara besar yang bernama Indonesia.

Kami merantau 40 tahun karenanya. Baru saya memilih kembali ke tanah air dan mencari arti keIndonesiaan Papua yang Tuhan ciptakan dan paksakan atas diri saya.

Saya memilih mengahiri perlawanan 4 generasi keluarga.kami, terlebih orang- orang tua saya, banyak mengalami penderitaan, pertumpahan darah, penyiksaan, pemenjaraan, pembunuhan, perantuan. Banyak yang keluarga saya alami.

Nah, disinilah muncul pengklasifikasian oleh manusia-manusia Papua yang tidak tahu dan tidak mengerti jalan hidup keluarga saya. Banyak anggap saya penghianat Papua merdeka. Tapi kenapa saya tidak boleh mencarikan nilai merdeka di dalam ciptaan Tuhan dari pada mengkuti keinginan keluarga atau pun saya sendiri ? Merdeka bukan status atau struktur politik.

Merdeka adalah pikiran atau state of mind saat kami merasakan kebebasan dan mendapatkan ruang untuk mengambil keputusan untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Merdeka bukan negara, pemerintahan, jabatan, organisasi, lembaga, atau status politik.

Nilai-nilai luhur merdeka, adil, bebas, tidak takut, sejahtera, mengasihi, berbeda pendapat, dan seterusnya adalah bagian dari nilai dari kemanusiaan luas dan tentunya kemuliaan Tuhan.

Orang Papua yang lain sepertinya ingin memaksakan kehendak mereka semuanya harus dimasukan dalam kotak kecil anut khusut Papua merdeka mereka itu. Dan mereka ingin mengkategorikan orang. Tahulah bahwa saya ini seorang yang sudah merdeka di dunia luas yang punya Tuhan juga. Saya sudah merdeka di kampung kelahiran saya. Saya merdeka di Sentani suku saya, saya merdeka dan tetap jadi bagian yang terpisahkan dalam negara PNG, saya merdeka dan bebas di Indonesia.

Saya di New York hari ini mengadakan kegiatan-kegiatan sebagai seorang yang sudah merdeka.

Saya ke ujung bumi manapun, saya sudah merdeka. Karena saya hidup dan mengalami kebebasan dan nilai merdeka yang ayahanda, kakek dan orangtua kakek tidak mengalaminya.

Pembebasan itu proses, kemerdekaan itu kenikmatan, perasaan dan pandangan. Jangan manusia memenjarakan dirinya sendiri baru marah-marah Tuhan.

Mari kami memerdekakan diri dimana saja kami berada di belahan bumi manapun. Di perut bumi atau di ankasa luar.

Kalau tidak mengerti hal ini, anda adalah korban kebodohan diri sendiri dan bisa pasti Tuhan yang saya kenal tidak punya waktu untuk anda.

Bumi harus terus berputar dan karya Tuhan lintas waktu dan generasi harus terus berjalan.

Frans Albert Yoku Mantan Pegiat Organisasi Papua Merdeka
Share:

Support

ad300