This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 28 April 2018

Negara Pasik Ungkap ULMWP Dibalik Semua Kejadian di Papua


Knpbtimikanews, Jayapura - Aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Kodap III Kali Kopi Tembagapura dikecam oleh semua Kepala Negara Pasifik Karena Aksi tersebut membuat 1 Warga Negara Asing mengalami Luka Serius saat mengantar Bahan Makan Untuk Masyarakat yang ada di Kampung Banti dan Kampung Lainnya di Distrik Tembagapura.


Semua Kepala Negara Pasifik menuntut untuk aksi yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Papua atau yang sering disebut dengan KKB agar dapat diambil tindakan tegas dan juga aksi yang sudah dilakukan oleh kelompok separatis sudah melanggar Ham Internasional.


Menutut Juru Bicara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Jacob Rumbiak, semua Kepala Negara Pasifik sudah menolak perjuangan Papua melalui ULMWP karena dianggap ULMWP dibalik Aksi kekerasan dan Intimidasi yang dilakukan Kelompok Separatis Papua dan dianggap sudah melanggar Ham Internasional dan tidak sejalan dengan semua Negara Pasifik.


"Semua Negara Pasifik sudah menolak ULMWP untuk bergabung dalam Melanesian Spearhead Group (MSG) dan juga menolak untuk mendukung ULMWP dalam memperjuangkan Nasip Sendiri di Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) serta menuntut agar ULMWP bertanggung jawab atas Penembakan 1 (satu) Warga Asing di Tembagapura Papua," kata Jacob Rumbiak melalu saluran Telpon.


Lainhalnya dengan apa yang disampaikan Sekretaris Jenderal MSG Amena Yauvoli melalui saluran telpon mengatakan bahwa kejadian penembakan dan juga disertai dengan kekerasan sudah sering dilakukan oleh kelompok separatis papua atau yang sering disebut dengan KKB yang didukung langsung oleh ULMWP.


Lanjutnya, ULMWP harus bisa bertanggung jawab dengan semua insiden yang terjadi di Papua, jangan hanya memperjuangkan Kemerdekaan Papua yang penuh kebohongan dan menghasut semua Negara Pasifik untuk mendukung Papua untuk berdiri sendiri.


"ULMWP sudah tidak dianggap lagi dalam MSG dan Perjuangan Papua sudah tidak lagi diperjuangkan oleh semua Negara-Negara Pasifik, karena ULMWP berkerja sama dengan Kelompok Separatis Papua untuk melakukan Pelanggaran Ham Internasional kepada Masyarakat Papua dan Warga Negara Asing (WNA) di Papua," pungkas Sekretaris Jenderal MSG, Amena Yauvoli.



Share:

Jumat, 27 April 2018

Victor Yeimo : TPN-OPM Penghambat Perjuangan ULMWP dan KNPB


Knpbtimikanews, Jayapura - Jumat, (27/4/18) kembali lagi TPN - OPM membuat ulah, kali ini korbannya adalah seorang WNA yang merupakan karyawan PT. Freeport. MFR (41 tahun) yang berasal dari Afrika Selatan nyaris menjadi korban penembakan oleh TPN - OPM.

MFR yang pagi itu hendak menuju ke mobil miliknya yang terpakir didepan rumah yang terletak di  mil 66 komplex perumahan Tembagapura diberondong oleh tembakan yang mengenai kendaraannya. Mendengar suara tembakan tersebut, MFR langsung tiarap di samping kanan mobil miliknya. Tembakan tersebut meninggalkan delapan lubang peluru di mobilnya.

Aksi TPN - OPM mengundang kecaman dari beberapa pihak, salah satunya muncul dari Ketua Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo yang mengatakan bahwa aksi atau ulah TPN - OPM selama sebulan ini hanya menghancurkan perjuangan yang telah di lakukan oleh ULMWP dan KNPB.

"Semua aksi yang dilakukan TPN - OPM selama sebulan ini hanya menghancurkan perjuangan kami bersama ULMWP apalagi aksi kekerasan yang mereka lakukan telah melanggar HAM dan Konvensi Internasional Jenewa," ucap Victor Yeimo.

"Hari ini akibat aksi mereka seorang WNA hampir menjadi korban, padahal kami dan ULMWP sedang berusaha mencari perhatian dunia Internasional, kalau sudah begini maka apa yang kami perjuangkan tampak sia - sia akibat ulah mereka," tambahnya.
Share:

Hendak Berikan Baksos, Seorang Bule Ditembak KKB


Knpbtimikanews, Jayapura - Penembakan terhadap seorang sipil kembali terjadi di wilayah Tembagapura, timika. Kali ini korbannya adalah seorang warga negara asing asal Afrika Selatan. Penembakan terjadi di area perumahan hidden valley. Jumat, 27/04/2018 pagi.

Bule yang berinisial MFR pagi tadi hendak menyiapkan bahan bantuan yang akan disalurkan kepada warga di daerah Banti ditembak saat hendak menaiki kendaraannya.

Dari keterangan lapangan yang dihimpun menyebutkan bahwa MFR menjadi sasaran tembak KKB namun tembakan tersebut tidak mengenai dirinya, sehingga mobil yang akan membawa bahan bantuan mengalami rusak akibat tembakan.

Diketahui peluru yang mengenai kendaraan milik MFR terdapat 8 titik tembakan yang mengakibatkan Bocor pada bagian samping dan depan kendaraan.

Tindakan ini merupakan yang kesekian kalinya tindakan yang merugikan warga Banti.

Akibat dari kejadian ini, bahan bantuan yang akan disalurkan ke warga Banti tertunda. Inilah bentuk kekejaman KKB yang dilakukan terhadap warga Banti, mereka tidak menginginkan bantuan diberikan kepada warga Banti, mereka tetap ingin warga Banti susah dan menderita.

Salah satu warga yg tidak mau disebutkan namanya takut menjadi sasaran KKB, sangat menyayangkan penembakan yang dilakukan oleh KKB, padahal mereka sangat membutuhkan bantuan tersebut, kami sering diberikan bantuan baik melalui PT Freeport maupun dari TNI dan Polri, katanya.

"KKB dari dulu hanya merugikan dan menyusahkan kami warga Banti, TNI dan Polisi harus lebih menindak tegas dan menegakan hukum yang ada di negeri ini jangan biarkan mereka mengganggu kedamaian yang saat ini mulai kami rasakan kembali di banti," tuturnya.
Share:

ULMWP dan KNPB Siap Berdialog Dengan Pemerintah Indonesia


Knpbtimikanews, Jayapura - Terkait Dialog yang akan dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Pejabat Gubernur Papua Soedarmo dengan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendapatkan tanggapan yang positif dari Ketua ULMWP Benny Wenda dan Ketua KNPB Victor Yeimo.

Merut Juru Bicara ULMWP Jacob Rumbiak, Apa bila pemerintah Indonesia siap untuk berdialog soal Pembangunan dan Kemajuan Tanah Papua, ULMWP siap hadir dan memberikan masukan dan tanggapan tentang Papua.

"ULMWP siap untuk berdialog untuk menyelesaikan semua Permasalahan yang ada di Papua, agar kedepan papua lebih baik dan Maju dalam semua Infrastuktur dan Ekonomi,"Kata Jacob Rumbiak.

Disisi lain Ketua KNPB Victor Yeimo mengatakan Dialog yang akan dilakukan ini sangat bermanfaat untuk Papua, agar kedepan Papua lebih baik dan Maju.

"Papua membutuhkan Dialog ini agar kelompok-kelompok yang membuat kekacauan di Papua harus di Tangkap dan Diadili seperti TPN-OPM dan lainnya,"tegas Victor Yeimo

Jacob menambahkan, Kami berharap dengan dialog ini semua Permasalahn dk Papua menjadi beres lagi dan tidak ada lagi yang membuat Papua Gaduh atau Ricuh karena hal-hal yang tidak pantas diributkan.
Share:

Kepulauan Salomon Siap Dukung Indonesia Dalam Pembangunan Papua


Knptimikanews, Jayapura - Pembangunan Papua yang maningkat serta kesejahteraan Masyarakat Papua yang semakin baik membuat Duta Besar Kepulauan Salomo mengapresiasi kinerja serta kerja keras pemerintah Pusat maupun daerah yang sudah membangun Provinsi Papua.

Hal tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Salomon saat mengunjungi Provinsi Papua beberapa waktu lalu di Kota Jayapura.

HE mengatakan perubahan Papua sangat baik dan luar biasa, karena semua pembangunan merata sehingga masyarakat Papua sangat menikmati pembangunan yang ada saat ini dan pembangunan ini juga tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Indonesia melalui Pemda Provinsi Papua.

"Pemerintah Salomon mengapresiasi semua kerja keras serta pembuktian Pemerintah Indonesia kepada Papua yang mana kita melihat bahwa sudah banyak perubahan serta kemajuan yang begitu meningkat di Papua,"kata HE Salana Kalu.

Lanjut HE, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) sering membahas tetang Papua yang begitu tertinggal di Forum Melanesian Spearhead Group (MSG) tetapi kenyataannya berbeda dengan apa yang disampaikan, karena disini kita melihat bahwa Papua adalah Provinsi yang maju dan sukses dalam segala bidang pembangunan.

Lagi Duta Besar Salomon menambahkan kemajuan Papua ini akan kami buktikan pada saat pertemuan semua Negara Pasifik agar tidak terjadi kesalah pahaman tentang pembangunan Papua yang sudah begitu baik.

"Kepulauan Salomon Akan mendukun Indonesia dalam membangun Papua dan juga kemajuan Papua, agar Papua bisa bersaing dalam semua bidang," tegas Duta Besar Kepulauan Salomo HE Salana Kalu.
Share:

Rabu, 25 April 2018

Pertemuan FCBCO Tahun Ini Tidak Akan Mengangkat Isu Papua Merdeka


Pertemuan FCBCO (Federation of Catholic Bishop Conference of Oceania) yang diselenggarakan di Ibu kota Papua New Guinea - Port Moresby (11 - 17 April 2018) tidak akan membahas atau mengangkat Isu Papua Merdeka.

Hal ini ditegaskan oleh Komisi Eksekutif FCBCO "FCBCO tidak akan mengangkat isu Papua Merdeka yang akan diangkat adalah pesan perdamaian, karena kegiatan konferensi ini adalah kegiatan gereja jadi isu - isu yang diangkat dalam konferensi ini akan dibahas dari perspektif Iman, yang melihat semua ciptaan dan kehidupan manusia sebagai karunia dari Tuhan untuk dihormati dan dihargai,"

Salah satu anggota eksekutif FCBCO Uskup Charles Drennan mengatakan bahwa dari konferensi ini diharapkan ada tekad baru untuk integritas dalam pemerintahan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan partisipatif yang timbul dari diskusi bersama dengan para pemimpin lokal dan terkait isu  Papua, yang akan ditekankan ialah untuk menyuarakan keprihatinan terutama pada integrasi damai diantara rakyat Papua. "Jadi tidak benar kalau isu Papua merdeka akan diangkat dalam konferensi ini," tambahnya.

Konferensi yang dijadwalkan selama satu minggu ini akan menghadirkan pemateri dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Papua New Guinea "Powes Parkop" yang akan menyampaikan paparan tentang sikap
Share:

Sabtu, 21 April 2018

Legislator Yohanis Wanti : Polda Papua Segera Tangkap dan Proses Hukum KKB


Knpbtimikanews, Jayapura - Legislator Papua Yohanis Wanti meminta Polda Papua segera mengusut tuntas Tindakan Kekerasan dan Pemerkosaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Arwanop Distrik Tembagapura, Kab Mimika.

Saat dikonfirmasi oleh Tim Knpbnews melalui Telepon seluler Yohanis Wanti mengungkapkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh KKB sudah melanggar HAM berat dan KKB juga melakukan tindak pidana kekerasan serta pelecehan seksual kepada Guru Kontrak di Kampung Arwanop Distrik Tembagapura.

"Sebagai Wakil Rakyat sekaligus Legislator Papua meminta kepada Polda Papua untuk segera mengusut tuntas permasalahan yang terjadi di Kampung Arwanop dan juga mengambil tindakan tegas Kepada KKB yang sudah merugikan Masyarakat Papua,"kata Yohanis Wanti.

Yohanis mengaku sangat prihatin dan juga mengutuk keras KKB yang telah melakukan tindakan kekerasan baik secara verbal, fisik termasuk pelecehan seksual terhadap para guru yang terjadi di kampung Aroanop, distrik Tembagapura.

Lagi, Yohanes meminta kepada Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih, untuk mengejar dan menangkap KKB yang telah melakukan tindakan yang tidak manusiawi terhadap Masyarakat Kampung dan para Guru yang ada di Kampung-Kampung di Distrik Tembagapura.

"Saya harapkan Polda Papua dan Kodam secepatnya mengambil tindakan tegas kepada KKB atas semua yang dilakukan kepada Masyarakat Kampung dan Guru Kontrak yang sudah berjuang untuk mengajar anak-anak Papua di Distrik Tembagapura,"tegas Yohanis Wandi Legislator Papua Wilayah Timika
Share:

Support

ad300