Sabtu, 05 Mei 2018

Ramses Ohee : Papua Sah bagian NKRI dari Tahun 1963


Knpbtimikanews, Jayapura - Pada tanggal 1 Mei 1963, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Indonesia. Hollandia yang tadinya menjadi pusat kekuasaan kerajaan Belanda di Papua, diubah namanya menjadiKota Baru. Momentum 1 Mei ini hingga kini diperingati sebagai Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI.

Tokoh Pejuang Papua Ramses Ohee mengatakan tepatnya 4 Mei 1963 Bung Karno menjejakkan kakinya di Tanah Papua. Di hadapan ribuan orang Papua di Kota Baru, Bung Karno dengan semangat membara menyampaikan "Irian Barat sejak 17 Agustus 1945 sudah masuk dalam wilayah Republik Indonesia. Orang kadang-kadang berkata, memasukan Irian Barat ke dalam wilayah Ibu Pertiwi. Salah! Tidak! Irian Barat sejak daripada dulu sudah masuk ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia".

Lanjutnya, Pada 5 September 1963, Papua bagian barat dinyatakan sebagai “daerah karantina”. Pemerintah Indonesia membubarkan Dewan Papua dan melarang bendera Papua dan lagu kebangsaan Papua. Keputusan ini ditentang oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Lagi Ramses menanbahkan Proses persiapan referendum memakan waktu tujuh tahun. Baru pada tahun 1969, referendum (PEPERA) digelar dengan disaksikan oleh dua utusan PBB. Hasilnya, Papua akhirnya kembali ke pangkuan NKRI. Maka jadilah Papua menjadi provinsi ke-26 Indonesia dengan nama Irian Jaya. Namun keputusan ini lagi-lagi ditentang OPM dan sejumlah pengamat independen yang diprovokasi Belanda.

"Sejarah ini membuktikan bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Papua tidak akan pernah melepaskan diri dari Indonesia karena Papua Maju bersama Indonesia bukan Negara lain," kata Ramses Ohee.

Dengan sejarah panjang perjuangan Papua bergabung dalam Bingkai Negara Kesatuan Repubik Indonesia, sebagai Pejuang Papua berharap agar Generasi Muda Papua harus lebih peduli untuk kemajuan papua dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menentang Kedaulatan Negara Indonesia.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Support

ad300