Kamis, 13 Desember 2018

Baldus Erari, Adat Jangan Digunakan Untuk Kepentingan Politik


Jayapura – Belakangan ini banyak Adat Papua yang digunakan sebagai Mahar Politik untuk mendapatkan Jabatan maupun kekuasaan di Tanah Papua, sehingga Budaya atau Adat Orang Papua mulai Punah akibat apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Kamis (13/12/2018).

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu Pengamat Sosial dan Budaya Papua Baldus Erari yang mengungkapkan bahwa, jelang masa Pemilihan Legislatif (Pileg) di Papua banyak Masyarakat Papua yang menjual adat dan budaya Papua sebagai Mahar Politik dan juga kepentingan pribadi.

“Contohnya beberapa waktu lalu Masyarakat Sentani mengkuhkan Tommy Suharto sebagai Anak Adat untuk Wilayah Jayapura, adat saat ini sudah di Pakai untuk kepentingan orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta Adat Papua sudah tidak ternilai lagi,”tutur Baldus Erari.

Lanjutnya, Adat Papua bukan digunakan sebagai bahan politik dan juga untuk kepentingan kelompok maupun pribadi melainkan harus tetap dijaga agar tetap menjaga adat istiadat orang papua agar semua tau bahwa papua adalah provinsi yang penuh dengan ragam budaya yang indah dan bias menjadi cotoh untuk yang lain.

Lagi katanya, Masyarakat Papua dengan tegas menolak pengukuhan yang diberikan kepada Tommy Suharto sebagai Anak Adat dan meminta untuk segera mencabut gelar tersebut karena Anak Adat hanya untuk Anak Asli Papua.

“Anak Asli Papua yang pantas mendapatkan gelar Anak Adat, bukan yang datang hanya untuk mencari suara Politik dan juga jangan mau ditipu oleh uang hanya karena kepentingan pribadi sehingga Adat Papua hilang,”tutup Pengamat Sosial dan Budaya Baldus Erari.
Share:

0 comments:

Posting Komentar

Support

ad300