This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 12 Mei 2018

Jhon Tokoro : Seorang Gembala Harusnya Mengajarkan Umatnya Bukan Menghasut Untuk Kejalan Yang Salah


Knpbtimikanews, Jayapura - Papua merupakan Tanah yang dijanjikan dan diberkati oleh Tuhan, sampai saat ini Papua Tetap aman dan selalu menjaga Toleransi antar umat beragama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jhon Tokoro saat di Konfirmasi oleh Tim Knpbnews mengungkapkan Papua adalah Tanah yang Damai dan Suci, tidak seperti apa yang diungkapkan oleh Pdt. Socratez S. Yoman disetiap Tulisannya.

Lanjutnya, Socratez selelu muliskan tentang Papua tetapi yang sebenarnya tidak seperti kenyataan yang ada dan Papua sudah sudah banyak perubahan dan kemajuan sehingga tidak ada lagi yang tertinggal di Papua.

"Seorang Gembala harusnya mengajarkan Umatnya untuk selalu dijalan Tuham bukan membuat kekacauan di Tanah yang Tuhan sudah Janjikan dan Damai, seperti yang diajarkan Pdt. Socratez S. Yoman kepada umatnya,"kata Tokoro

Lagi Tokoro membeberkan perlakuan Socratez yang tidak sesuai dengan layaknya sorang pendeta yang selalu mengajarkan umatnya untul saling menjaga satu sama yang lain dan agama yang agar Papua tetap aman dan damai.

Tambahnya, Socratez selama ini belum melihat apa yang ada di Papua dan kemajuan Papua dan Socratez juga selalu salah menilai apa yang sudah dilakukan pemerintah kepada Papua serta Socratez sendiri belum pernah melakukan satu hal yang membuat Papua bangga.

"Jangan hanya protes dan bicara banyak kalo sendiri belum melakukan apapun buat Tanah Papua dan seirang Gembala itu tidak pantas bicara Papua Merdeka melainkan mengajarkan Umatnya dan Menuntun Umatnya kejalan yang benar,"pungkas Jhon Tokoro
Share:

Kamis, 10 Mei 2018

Salona Magal : Dibalik Keterpurukkan, Ada Sebuah Impian dan Cita-Cita yang Kami Kejar


Knpbtimikanews, Timika - Keceriaan dan semangat yang terpancar dari wajah anak-anak Kampung Banti dan Kimbeli untuk menggapai sebuah cita-cita terlihat saat mereka mengikuti Ujian Nasional di SD YPJ Tembagapura, Rabu (09/05/2018).

Salah satu Siswi Kelas VI SD Inpres Wa Banti Salona Magal yang mengikuti Ujian Nasional di SD YPJ Tembagapura mengaku sangat senang dan bahagia karena bisa mengikuti jalannya Ujian Nasional dengan baik di Tembagapura.

"Saya sangat senang bisa mengikuti Ujian Nasional ini, dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada PT Freeport Indonesia yang sudah memberikan Saya dan Teman-teman untuk mengikuti Ujian Nasional di SD YPJ Tembagapura," kata Salona Magal dengan Penuh Kegembiraan.

Lanjutnya, Walau sekolah Kami di bakar oleh Kelompok TPN-OPM Tetapi semangat Kami anak-anak Kampung Banti dan Kimbeli tidak pernah putus asa untuk mengerjar cita-cita yang selama ini kita impikan.

Lagi Salona mengatakan, Kami juga mau beterrima kasih kepada Pemerintah, TNI dan Polri yang sudah menjaga serta memberikan bantuan serta perlindungan kepada kami anak-anak Banti dan Kimbeli sampai bisa mengikuti Ujian Nasional.

"Harapan Saya, semoga sekolah kami di Kampung Banti dan Kimbeli bisa dibangun kembali agar Kami dapat bersekolah di Kampung dan juga kami berharap agar TNI fan Polri harus selalu menjaga kami dari Kelompok TPN-OPM yang selalu membuat kekacauan di Kampung Banti dan Kimbeli," pungkas Salona Magal.
Share:

Demianus Alom: Terima Kasih Untuk Semuanya “Kami Bisa Ikut Ujian”


Knpbtimikanews, Timika - Bertempat di Sekolah SD YPJ Tembagapura telah dilakasnakan ujian Nasionaltingkat SD dan SMP yang diikuti oleh siswa dan Siswi SD dan SMP Wa Banti. Kepala Sekolah mengatakan sebanyak 31 siswa SD Inpres Wa Banti telah mengikuti Ujian Nasional yang terbagi di 2 tempat yaitu di Tembagapura dan diKota Timika. 09/05/2018.

Untuk yang melaksanakan ujian di tembagapura sebanyak 4 siswa di SMP YPJ Tembagapura dan 27 siswa melaksanakan ujian di di SD Taruna Papua Kota Timika.

Demianus Alom salah seorang siswa yang mengikuti ujian di Tembagapura menyampaikan terima kasihnya kepada semua yang terlibat membantu sehinggga ia dan temannya yang lain bisa mengikuti ujian nasional.

Saat diwawancarai dirinya sangat senang bisa mengikuti ujian nasional yang difasilitsi oleh PT. Freport dan dibantu oleh aparat kepolisian dari Polsek Tembagapura, Demianus Alom juga menyampaikan doa untuk KKB yang telah membakar sekolahnya, walau demikian dirinya mengaku tidak menghentikan keinginannya untuk melanjutkan sekolah.

“Terima kasih kepada PT. Freeport, Pak Guru, dan Polisi yang membantu saya dan teman-teman bisa mengikuti ujian nasional, kepada om-om yang sudah membakar sekolah, saya berdoa semoga om-om diberi kesadaran atas kejahatan yang sudah om-om lakukan terhadap kami,” ungkap Demianus.

Demianus mengaku walaupun sekolahnya sudah dibakar, dia masih bisa mengikuti ujian nasional, dan bertekad untuk tetap melanjutkan sekolahnya, baginya tidak ada alasan untuk tidak sekolah.
Share:

Rabu, 09 Mei 2018

Erik Omaleng : Terima Kasih Pemerintah Kami Bisa Ujian Nasional


Knpbtimikanews, Jayapura - Walau Sekolah di Bakar oleh Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) atau yang sering disebut dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak menurunkan perjuangan anak-anak di Kampung Kimbeli dan Banti untuk mengikuti Ujian Nasional untuk menggapai Cita-cita mereka yang sudah diimpikan sejak lama.

Erik Omaleng mengungkapkan kepada Tim Knpbtimikanews bahwa dirinya bersama teman-teman yang lain berjuang untuk melaksanakan Ujian Nasional di YPJ Distrik Tembagapura karena ingin meneruskan mimpi orang tuanya untuk menggapai cita-cita dan membahagiakan kedua orang tuanya.

"Kami berjuang untuk masa depan kami, walau sekolah kami dibakar oleh TPN-OPM tetapi kami tetap semangat untuk memperjuangan masa depan kami yang selama ini kami Impikan," kata Erik kepada Tim Knpbtimikanews.

Lanjut Erik, sebagai putra papua kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memfasilitasi kami anak-anak Kimbeli dan Banti untuk mengikuti Ujian Nasional di YPJ Distrik Tembagapura Kab. Mimika.

"Semoga Ujian ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan apapun dan Kami berharap agar TNI dan Polri selalu menjaga kami dari kelompok TPN-OPM yang selalu membuat kekacauan d Kampung Banti dan Kimbeli," tutur Erik Omaleng dengan Nada Sedih.
Share:

Senin, 07 Mei 2018

Socratez Bukan Gembala Tetapi Penghasut Untuk Musnahkan Papua


Knpbtimikanews, Jayapura – Papua yang semakin Maju dan berkembang membuat Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mulai menggabungkan diri bersama dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi hal tersebut Pengamat Pembangunan Papua Jhon Tokoro mengungkapkan bahwa banyak kelompok separatis Papua sudah bergabung ke Indonesia karena selam ini dianggap hanya ditipu dan dibodohi oleh kelompok-kelompok Separatis Papua.

Jhon menambahkan bahwa Masyarakat sudah mulai sadar dan juga ingin merasakan hidup bebas, tidak seperti Pdt. Socratez S. Yoman yang selalu menuliskan berita dan cerita bohong kepada semua masyarakat papua agar dapat diadu dombakan dengan pemerintah.

“Socratez adalah seorang gembala yang harus mengajarkan domba-dombanya kejalan yang benar bukan mau menjatuhkannya dalam lubang maut, karena semua yang ditulis sama Pdt. Socratez S. Yoman adalah kebohongan besar bagi semua masyarakat Papua,” kata Jhon dengan nada keras.

Lanjutnya, Socratez bukanlah Gembala yang baik buat Masyarakat Papua dan Socratez selama ini sudah ditolak oleh semua gereja-gereja yang ada di Tanah Papua, karena dianggap mengajarkan umatnya kejalan kejalan yang salah dan menjerumuskan.

Lagi Jhon menambahkan bahwa Masyarakat Papua membutuhkan seorang Gembala yang benar-benar mengajarkan umatnya untuk berkerja diladang tuhan bukan mau membunuh umatnya dengan mengadu domba antara masrakat dan pemerintah.

“Pdt. Socratez hanya ingin menghacurkan masa depan orang Papua dengan mengadudombakan Pemerintah dan Masyarakat agar terjadi kesalah pahaman dan Papua bisa lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Tegas Pengamat Pembangunan Papua jhon Tokoro dengan tegas dan lantang.
Share:

Minggu, 06 Mei 2018

Jhon Tokoro : Socratez Harus Sadar Diri, Papua Sudah Maju


Knpbtimikanews, Jayapura - Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), hal tersebut itu dibuktikan oleh semua Pejuang Papua Pada Tahun 1963, dengan mengusir Belanda dari Papua dan menyatakan Papua adalah Indonesia dan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi.

Menurut Pengamat Sejarah Jhon Tokoro mengatakan bahwa Papua Pada Tahun 1963 dengan perjuangan yang begitu besar dan kerja keras untuk mengusir Belanda dari Tahan Papua atau duli yang disebut dengan Holandia.

Jhon menambahkan, sekarang di Jaman Pemerintahan Joko Widodo banyak yang ingin membuat kekacauan serta memberikan informasi bohong tentang Papua kepada Negara-Negara yang selama ini mendukung Papua untuk melepaskan diri dari Indonesia, dan salah satunya Pdt. Socratez S. Yoman dengan semua semua tulisan yang mengatas namakan Papua.

"Pdt. Sorcatez S. Yoman selalu menuliskan tentang ketertinggalan Papua dan juga ketidak majuan Papua dalam pembangunan, tetapi yang sekarang harus dipertanyakan apakah Pdt. Socratez ada d Tanah Papua dan melihat semua perubahan serta kesejahteraan Masyarakat Papua pada saat ini,"kata Jhon Tokoro

Lanjutnya, Papua sudah bukan yang dulu lagi, sekarang Papua sudah begitu Maju dengan semua Pembangunan serta kesejahteraan masyarakat membuktikan bahwa Pemerintah berhasil membuat Papua menjadi Provinsi yang terdepan di Indonesia dengan semua kekayaan alam dan budaya yang menyatu.

Tambahnya, Diharapkan Pdt. Socratez S. Yoman tidak membuat Isu yang buruk tentang Papua, dan Socratez harus sadar diri bahwa Papua kini sudah maju serta begitu makmur dari yang dulu.
Share:

Sabtu, 05 Mei 2018

Ramses Ohee : Papua Sah bagian NKRI dari Tahun 1963


Knpbtimikanews, Jayapura - Pada tanggal 1 Mei 1963, United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Indonesia. Hollandia yang tadinya menjadi pusat kekuasaan kerajaan Belanda di Papua, diubah namanya menjadiKota Baru. Momentum 1 Mei ini hingga kini diperingati sebagai Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI.

Tokoh Pejuang Papua Ramses Ohee mengatakan tepatnya 4 Mei 1963 Bung Karno menjejakkan kakinya di Tanah Papua. Di hadapan ribuan orang Papua di Kota Baru, Bung Karno dengan semangat membara menyampaikan "Irian Barat sejak 17 Agustus 1945 sudah masuk dalam wilayah Republik Indonesia. Orang kadang-kadang berkata, memasukan Irian Barat ke dalam wilayah Ibu Pertiwi. Salah! Tidak! Irian Barat sejak daripada dulu sudah masuk ke dalam wilayah kekuasaan Republik Indonesia".

Lanjutnya, Pada 5 September 1963, Papua bagian barat dinyatakan sebagai “daerah karantina”. Pemerintah Indonesia membubarkan Dewan Papua dan melarang bendera Papua dan lagu kebangsaan Papua. Keputusan ini ditentang oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Lagi Ramses menanbahkan Proses persiapan referendum memakan waktu tujuh tahun. Baru pada tahun 1969, referendum (PEPERA) digelar dengan disaksikan oleh dua utusan PBB. Hasilnya, Papua akhirnya kembali ke pangkuan NKRI. Maka jadilah Papua menjadi provinsi ke-26 Indonesia dengan nama Irian Jaya. Namun keputusan ini lagi-lagi ditentang OPM dan sejumlah pengamat independen yang diprovokasi Belanda.

"Sejarah ini membuktikan bahwa Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Papua tidak akan pernah melepaskan diri dari Indonesia karena Papua Maju bersama Indonesia bukan Negara lain," kata Ramses Ohee.

Dengan sejarah panjang perjuangan Papua bergabung dalam Bingkai Negara Kesatuan Repubik Indonesia, sebagai Pejuang Papua berharap agar Generasi Muda Papua harus lebih peduli untuk kemajuan papua dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menentang Kedaulatan Negara Indonesia.
Share:

Support

ad300