Rabu, 31 Januari 2018

INI SUARA KEGEMBIRAAN


Knpbtimikanews, Jayapura - Setelah 10 tahun saya meninggalkan Papua, mengikuti orang tua saya yang pindah tugas ke Kalimantan sebagai anggota TNI, saya melihat perubahan yang luar biasa. Sebagai anak asli Papua, saya merasa bangga dan senang melihat kampung saya yang begitu berubah.

Saya asli Jayapura, orang tua saya seorang TNI, tahun 2008 orang tua saya mendapatkan kepercayan untuk menduduki jabatan di Kalimantan. Setelah 10 tahun tidak mengunjungi Papua, kerinduan ini muncul untuk melihat tanah kelahiran saya, tepatnya pertengahan Januari saya mengunjungi Papua, tentunya Jayapura.

Saya sangat terkejut begitu pesawat yang saya tumpangi landing di Bandara Sentani, saat turun dan berjalan dari pesawat menuju terminal kedatangan, di dalam hati saya bertanya-tanya “Apakah saya tidak salah turun dari pesawat?”. Sepuluh tahun yang lalu saat saya berangkat ke Kalimantan bandara Sentani tidak seperti ini, “Ini luar biasa,” kata saya dalam hati. Ini tidak ada dalam bayangan pemikiran saya kalau Papua telah berubah.

Setelah saya dijemput oleh keluarga dari Ayah saya, kami meninggalkan Bandara Sentani menuju rumah saya di daerah Angkasa sekitar 1,5 jam perjalanan. Keluar dari Bandara pun saya melihat para securitynya sebagian besar adalah orang Papua, yang adalah masyarakat saya sendiri. Ini menunjukan kalau SDA dari masyarakat saya (OAP) semakin baik ada peningkatan.
Keluar dari terminal Bagasi mereka tersenyum dan menegur saya dengan mengatakan “Selamat Siang” kepada saya sambil memberikan senyum dan sedikit menundukan kepalanya. Ini tidak seperti yang saya bayangkan, dalam hati lagi saya berkata “Memang Sudah Berubah”. Tidak hanya bangunan, SDM pun berubah.

Saya yang saat ini bekerja di Pertambangan di Kalimantan setelah menyelesaikan Pasca Sarjana saya, mendapat tawaran untuk bekerja di Amerika, namun saya menolak tawaran itu, saya berpikir mengapa saya harus bekerja di Amerika, sedangkan Indonesia masih banyak membutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidang Pertambangan. Selain itu saya pun tidak mau nantinya saya terpengaruh membanding-bandingkan Negara yang saya cintai dengan Negara lain, prinsip saya kalau mau berubah lakukan perubahan itu dari diri sendiri.
Banyak teman-teman saya yang setelah mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri mereka membandingkan system yang ada di luar dengan dengan di Indonesia, mengapa dia tidak melakukan perubahan kalau memang mampu untuk berubah.

Realita yang saya temui dalam perjalanan ke rumah, seperti Gedung-gedung perkantoran, Ruko, Tata kota yang baik serta ramainya kendaraan yang lalu lalang, berarti Orang Papua sudah berubah dan maju.

Suatu malam, saya bertemu dengan teman saya Nixon kemudian kami mengobrol sambil minum kopi disalah satu Café di daerah Ruko Dok II Permai. Nixon mengontak teman-teman yang lain untuk bertemu di Café. Sambil menunggu teman-teman yang lain kami bercerita, Nixon menceritakan kalau sekarang dia bekerja swasta dan memiliki beberapa mobil rental.

Sebelum melanjutkan ceritanya, teman-teman yang lain pun datang seperti Edo, Yosep, dan Maikel. Mereka adalah teman-teman SMA saya dan mereka saat ini sudah bekerja, seperti Edo yang bekerja sebagai ASN, sedangkan Yosep menjadi menjadi Kepala bagian di salah satu Bank, dan Maikel menjadi pengusaha property.

Saya tidak menyangka kalau teman-teman saya semua sudah berhasil, bukti bahwa OAP semakin maju dan mampu bersaing dengan orang-orang pendatang. Dengan realita ini saya menjadi yakin kedepannya nanti Papua pasti lebih maju dan baik lagi.

Intinya jangan hanya bisa membanding-bandingkan tanpa berbuat, berbuat sedikit untuk diri sendiri lebih baik daripada hanya diam tidak berbuat apa-apa.

Inilah suara kegembiaraan saya sebagai orang asli papua yang tinggal di Tanah Rantau.
Share:

2 comments:

  1. masukan,saran dan tanpakan diatas ini melalui media apa saja, hanya mengatas namakan org asli Papua. Jelas-jelasnya ini kerjanya pihak-pihak tertentu sj. Karena kemerdekaan Papua jalur hukum internasional, bukan melalui Papua - indonesia tdk.Sehingga ada pihak tertentu yang tidak mau kalah, pada hal sudah melihat tapi pura2 tdk melihat, sudah dengar tetapi pura2 tdk mengendegar mengenai kemerdekaan Papua ini.

    BalasHapus
  2. Halo,
    Ini untuk menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa Nyonya Rose Badmus, pemberi pinjaman swasta telah membuka peluang keuangan bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman kepada perorangan, perusahaan, dan perusahaan dengan persyaratan dan ketentuan yang jelas dan mudah dimengerti, hanya suku bunga 2%. hubungi kami hari ini melalui e-mail sehingga kami dapat memberikan syarat dan ketentuan pinjaman kami di: (roseofsharonfinance@gmail.com)

    BalasHapus

Arsip Blog

Support

ad300