Knpbtimikanews, Jayapura - Setelah
10 tahun saya meninggalkan Papua, mengikuti orang tua saya yang pindah tugas ke
Kalimantan sebagai anggota TNI, saya melihat perubahan yang luar biasa. Sebagai
anak asli Papua, saya merasa bangga dan senang melihat kampung saya yang begitu
berubah.
Saya asli Jayapura, orang
tua saya seorang TNI, tahun 2008 orang tua saya mendapatkan kepercayan untuk
menduduki jabatan di Kalimantan. Setelah 10 tahun tidak mengunjungi Papua,
kerinduan ini muncul untuk melihat tanah kelahiran saya, tepatnya pertengahan Januari
saya mengunjungi Papua, tentunya Jayapura.
Saya sangat terkejut begitu
pesawat yang saya tumpangi landing di Bandara Sentani, saat turun dan berjalan
dari pesawat menuju terminal kedatangan, di dalam hati saya bertanya-tanya
“Apakah saya tidak salah turun dari pesawat?”. Sepuluh tahun yang lalu saat
saya berangkat ke Kalimantan bandara Sentani tidak seperti ini, “Ini luar
biasa,” kata saya dalam hati. Ini tidak ada dalam bayangan pemikiran saya kalau
Papua telah berubah.
Setelah saya dijemput oleh keluarga
dari Ayah saya, kami meninggalkan Bandara Sentani menuju rumah saya di daerah
Angkasa sekitar 1,5 jam perjalanan. Keluar dari Bandara pun saya melihat para
securitynya sebagian besar adalah orang Papua, yang adalah masyarakat saya
sendiri. Ini menunjukan kalau SDA dari masyarakat saya (OAP) semakin baik ada
peningkatan.
Keluar dari terminal Bagasi
mereka tersenyum dan menegur saya dengan mengatakan “Selamat Siang” kepada saya
sambil memberikan senyum dan sedikit menundukan kepalanya. Ini tidak seperti
yang saya bayangkan, dalam hati lagi saya berkata “Memang Sudah Berubah”. Tidak
hanya bangunan, SDM pun berubah.
Saya yang saat ini bekerja
di Pertambangan di Kalimantan setelah menyelesaikan Pasca Sarjana saya,
mendapat tawaran untuk bekerja di Amerika, namun saya menolak tawaran itu, saya
berpikir mengapa saya harus bekerja di Amerika, sedangkan Indonesia masih
banyak membutuhkan tenaga-tenaga ahli di bidang Pertambangan. Selain itu saya
pun tidak mau nantinya saya terpengaruh membanding-bandingkan Negara yang saya
cintai dengan Negara lain, prinsip saya kalau mau berubah lakukan perubahan itu
dari diri sendiri.
Banyak teman-teman saya yang
setelah mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri mereka membandingkan system
yang ada di luar dengan dengan di Indonesia, mengapa dia tidak melakukan
perubahan kalau memang mampu untuk berubah.
Realita yang saya temui
dalam perjalanan ke rumah, seperti Gedung-gedung perkantoran, Ruko, Tata kota
yang baik serta ramainya kendaraan yang lalu lalang, berarti Orang Papua sudah
berubah dan maju.
Suatu malam, saya bertemu
dengan teman saya Nixon kemudian kami mengobrol sambil minum kopi disalah satu
Café di daerah Ruko Dok II Permai. Nixon mengontak teman-teman yang lain untuk
bertemu di Café. Sambil menunggu teman-teman yang lain kami bercerita, Nixon
menceritakan kalau sekarang dia bekerja swasta dan memiliki beberapa mobil
rental.
Sebelum melanjutkan
ceritanya, teman-teman yang lain pun datang seperti Edo, Yosep, dan Maikel.
Mereka adalah teman-teman SMA saya dan mereka saat ini sudah bekerja, seperti
Edo yang bekerja sebagai ASN, sedangkan Yosep menjadi menjadi Kepala bagian di
salah satu Bank, dan Maikel menjadi pengusaha property.
Saya tidak menyangka kalau
teman-teman saya semua sudah berhasil, bukti bahwa OAP semakin maju dan mampu
bersaing dengan orang-orang pendatang. Dengan realita ini saya menjadi yakin
kedepannya nanti Papua pasti lebih maju dan baik lagi.
Intinya jangan hanya bisa
membanding-bandingkan tanpa berbuat, berbuat sedikit untuk diri sendiri lebih
baik daripada hanya diam tidak berbuat apa-apa.








masukan,saran dan tanpakan diatas ini melalui media apa saja, hanya mengatas namakan org asli Papua. Jelas-jelasnya ini kerjanya pihak-pihak tertentu sj. Karena kemerdekaan Papua jalur hukum internasional, bukan melalui Papua - indonesia tdk.Sehingga ada pihak tertentu yang tidak mau kalah, pada hal sudah melihat tapi pura2 tdk melihat, sudah dengar tetapi pura2 tdk mengendegar mengenai kemerdekaan Papua ini.
BalasHapusHalo,
BalasHapusIni untuk menginformasikan kepada masyarakat umum bahwa Nyonya Rose Badmus, pemberi pinjaman swasta telah membuka peluang keuangan bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan keuangan. Kami memberikan pinjaman kepada perorangan, perusahaan, dan perusahaan dengan persyaratan dan ketentuan yang jelas dan mudah dimengerti, hanya suku bunga 2%. hubungi kami hari ini melalui e-mail sehingga kami dapat memberikan syarat dan ketentuan pinjaman kami di: (roseofsharonfinance@gmail.com)